Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menegaskan bahwa produk kerajinan Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional. Tantangan terbesar yang dihadapi pelaku UMKM bukan lagi semata soal kualitas produk, melainkan kemampuan membangun strategi, jejaring, dan keberanian untuk membawa karya anak bangsa menembus pasar global.
Hal tersebut dituturkan Wakil Ketua Harian IV Dekranas, Marlyn Maisarah Sugiono, saat membuka Bincang Inspiratif: Menembus Pasar Global, Strategi UMKM Naik Kelas, yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranas di Trans Studio Mall, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/7/2026).
Menurut Marlyn, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang melahirkan produk kerajinan dengan kualitas dan nilai cerita yang kuat. Modal tersebut harus didukung dengan strategi bisnis yang tepat agar mampu menjangkau pasar dunia.
"Produk kerajinan Indonesia sesungguhnya memiliki kualitas, cerita, dan kekayaan budaya yang luar biasa. Yang sering kali kita perlukan adalah strategi, jejaring, dan keberanian untuk membawa karya-karya tersebut menembus pasar dunia," kata Marlyn.
Ia menjelaskan, tema yang diangkat dalam bincang inspiratif tersebut sangat relevan dengan kondisi UMKM saat ini yang dihadapkan pada peluang pasar global yang semakin terbuka sekaligus persaingan yang semakin kompetitif.
Selain itu, Marlyn juga menegaskan bahwa proses "naik kelas" tidak berarti meninggalkan identitas budaya Indonesia. Sebaliknya, penguatan karakter lokal harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produk, inovasi desain, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar internasional.
"Naik kelas bukan berarti meninggalkan jati diri. Justru kita harus mampu mempertahankan identitas dan kekayaan budaya Indonesia sambil terus meningkatkan kualitas produk, inovasi desain, pemanfaatan teknologi, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar," ujarnya.
Marlyn menilai kolaborasi menjadi faktor penentu agar semakin banyak produk kerajinan Indonesia mampu menembus pasar ekspor. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, diaspora Indonesia, akademisi, hingga seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing UMKM nasional.
"Ketika budaya bertemu kualitas, inovasi, dan kolaborasi, maka produk Indonesia bukan sekadar mampu bersaing, melainkan mampu menjadi kebanggaan dunia," tegasnya.
Melalui forum ini, Dekranas berharap para pelaku UMKM tidak hanya memperoleh inspirasi, tetapi juga wawasan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam mengembangkan usaha. Momentum HUT ke-46 Dekranas juga diharapkan menjadi penguat optimisme bahwa setiap karya pengrajin Indonesia memiliki peluang untuk dikenal dan diapresiasi di pasar global.
"Mari kita terus melangkah bersama. Dari tangan-tangan pengrajin Indonesia lahir karya yang mengangkat budaya. Dari keberanian melangkah bersama, lahir masa depan yang mendunia," pungkas Marlyn.
Senada dengan itu, Ketua Bidang Kerja Sama Luar Negeri Dekranas, Katharine Grace Fadli Zon, yang hadir secara daring mengatakan jaringan diaspora Indonesia merupakan aset strategis yang dapat membantu UMKM memahami karakter pasar internasional sekaligus membuka akses distribusi produk.
"Diaspora dapat menjadi mitra strategis bagi UMKM untuk memahami tren pasar global, membuka akses distribusi, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui produk-produk UMKM," ujarnya.
Turut hadir dalam acara tersebut Ex Officio Dekranas, Heru Hartanto Subolo dan pengurus Dekranas lainnya.